Pengukuhan Duta Siswa Berkarakter
Penulis : Official MuDa - 24 Februari 2025

SD PLUS 2 AL MUHAJIRIN- Pagi ini, di lapangan SD Plus 2 Al-Muhajirin diadakan kegiatan Para Literat (Upacara, Penguatan Karakter, Pramuka, dan Literasi Numerasi) yang dipimpin oleh Wakasek Kesiswaan, Bapak Wawan Kustiawan, S.Pd.I. Kegiatan diawali dengan pembinaan seputar kepramukaan, seperti Bapak Pandu sedunia, Bapak pramuka pertama di Indonesia, lambang pramuka, dan tingkatan pramuka.

Kegiatan selanjutnya adalah Pengukuhan Duta Siswa Berkarakter. Adapun indikator dari pemilihan duta ini adalah sebagai berikut:


Proses pemilihan duta tersebut adalah dipilih oleh wali kelas dan guru kelasnya masing-masing yang kemudian dilakukan pembinaan oleh Wakasek kesiswaan. Tugas dari Duta Siswa Berkarakter tersebut antara lain:


Manfaat Pengukuhan Duta Siswa Berkarakter di SD Plus 2 Al-Muhajirin, yaitu:


Sekolah berharap besar terhadap Duta Siswa Berkarakter yang baru saja dikukuhkan agar mereka dapat menjadi contoh dan teladan bagi teman-temannya dengan menunjukkan karakter yang baik, seperti disiplin, tanggung jawab, dan kepedulian terhadap orang lain. Duta Siswa Berkarakter akan menjadi agen perubahan yang positif dalam menciptakan budaya sekolah yang lebih baik dan lebih harmonis.


#SekolahKarakter
#SholehCerdasBerintegritas

Kebersamaan orang tua dengan anak yang dijadikan sebagai konten di sosial media dapat menjadi sebuah ajang promosi nilai-nilai positif seperti nilai moral dan filosofis dari permainan tradisional kepada khalayak secara umum sekaligus juga mendesiminasikan kegiatan positif di sekolah tersebut hingga secara khusus bagi sekolah juga dapat menaikkan prestise dari sekolah tersebut yakni sebagai sekolah yang menjunjung kearifan lokal dan budaya Indonesia serta peduli terhadap perkembangan mental peserta didiknya. Revitalisasi kembali permainan tradisional adalah tentang melestarikan warisan budaya, sekaligus membentuk dan menginternalisasikan nilai-nilai positif yang ada di dalam permainan tersebut menjadi sebuah karakter yang utuh dan kuat untuk peserta didik di sekolah terlebih lagi tantangan di era seperti sekarang ini yang segala sesuatunya menggunakan digitalisasi. Permainan tradisional juga menjadi salah satu instrumen dalam mensiasati dampak negative dari brainrot. Memotivasu anak-anak agar senantiasa senang belajar nilai-nilai moral dengan cara yang relevan dan fun. Melalui implementasi permainan dalam program sekolah dan keseharian merupakan giat positif yang tidak hanya melestarikan kebudayaan namun menciptakan masa depan anak bangsa yang berkarakter.